http://www.ejurnal.stkipmutiarabanten.ac.id/index.php/jpm/issue/feedJurnal Pendidikan Mutiara2026-07-29T09:52:40+00:00Manajer Jurnaladmin@ejurnal.stkipmutiarabanten.ac.idOpen Journal Systems<p><a href="https://ejurnal.stkipmutiarabanten.ac.id/index.php/jpm" target="_blank" rel="noopener"><strong>E-Jurnal Pendidikan Mutiara Online</strong></a> adalah jurnal yang diterbitkan oleh <a href="https://stkipmutiarabanten.ac.id/" target="_blank" rel="noopener"><strong>STKIP Mutiara Banten</strong></a>. Jurnal ini diterbitkan sebagai wadah untuk mahasiswa dan dosen Jurnal <a href="https://stkipmutiarabanten.ac.id/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Sekolah Tinggi Keguruan dan llmu Pendidikan (STKIP) Mutiara Banten</strong></a> dalam karya ilmiah dan juga hasil penelitian.</p>http://www.ejurnal.stkipmutiarabanten.ac.id/index.php/jpm/article/view/239Analisis Nilai-Nilai Sosial Dan Moral Pada Novel Rembulan Tenggelam Di Wajahmu Karya Tere-Liye Serta Implikasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas Xi Smks Manba’el Huda2026-07-28T03:27:04+00:00Eman Supriatnaemansprtn@gmail.comNeng Heniemansprtn@gmail.comEvalia Afriyaniemansprtn@gmail.comIntan Seftianiemansprtn@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai sosial dan moral yang terdapat pada novel rembulan tenggelam diwajahmu karya Tere-Liye untuk menjelaskan implikasi terhadap pembelajaran bahasa indonesia siswa kelasa XI SMKS Manba’el Huda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitataif dengan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini yaitu novel rembulan tenggelam diwajahmu, adapun data dalam penelitian ini menggunakan kutipan-kutipan teks yang mengandung nilai sosial dan moral. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi yang di dalamnya terdapat kegiatan menganalisis, mencatat, dan mendokumentasikan data yang relevan. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa novel rembulan tenggelam diwahamu karya Tere-Liye mengandung berbagai nilai sosial dan moral, diantaranya terdapat nilai cinta dan kasih sayang, tanggung jawab, keserasian hidup, tolong-menolong, kejujuran, setia kawan dan saling memaafkan. Nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk diaplikasikan dalam pembelajaran bahasa indonesia, khususnya dalam kegiatan apresiasi sastra, sebagai sarana pendidikan karakter dan penguatan sikap sosial siswa. Dengan demikan, novel ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar untuk membantu membentuk peserta didik yang berkarakter, berempati dan bermoral.</p>2026-07-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Eman Supriatnahttp://www.ejurnal.stkipmutiarabanten.ac.id/index.php/jpm/article/view/240Analisis Kesantunan Berbahasa Siswa Kelas Vii A Dalam Interaksi Terhadap Guru Dan Teman Sebaya Di Smpn 2 Angsana2026-07-28T03:33:29+00:00Novianti Sisilianovistkipmb@gmail.comChristian Erikson Sitiochristian.stkipmb@gmail.comArifin Sitiooppuabraham@gmail.comUyung amilul Ulumnovistkipmb@gmail.comTrievena Handayaninovistkipmb@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesantunan berbahasa siswa dalam interaksi dengan guru dan teman sebaya pada proses pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VII A SMPN 2 Angsana. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengkaji fenomena penggunaan bahasa siswa dalam situasi pembelajaran di kelas. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi langsung, perekaman percakapan, transkripsi tuturan, pencatatan lapangan, serta wawancara dengan guru dan beberapa siswa. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi bentuk tuturan siswa berdasarkan prinsip kesantunan menurut Geoffrey Leech yang meliputi maksim kearifan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan, dan maksim simpati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam interaksi antara guru dan siswa ditemukan enam tuturan yang mematuhi prinsip kesantunan berbahasa. Tuturan tersebut meliputi bentuk deklaratif, interogatif, imperatif, dan ekslamatif yang menunjukkan kepatuhan terhadap maksim kearifan dan maksim pujian. Sementara itu, dalam interaksi antar siswa ditemukan delapan tuturan yang menunjukkan kepatuhan terhadap maksim kearifan, maksim kedermawanan, maksim kesepakatan, dan maksim simpati. Temuan ini menunjukkan bahwa kesantunan berbahasa masih diterapkan oleh siswa dalam proses pembelajaran, meskipun terdapat variasi penggunaan bahasa yang dipengaruhi oleh hubungan sosial antara penutur dan mitra tutur.Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian pragmatik khususnya dalam bidang kesantunan berbahasa di lingkungan pendidikan. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi guru dan pihak sekolah dalam meningkatkan pembinaan karakter siswa melalui penggunaan bahasa yang santun dalam kegiatan pembelajaran.</p>2026-07-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Novianti Sisilia, Christian Erikson Sitiohttp://www.ejurnal.stkipmutiarabanten.ac.id/index.php/jpm/article/view/243Survei Kecepatan Renang Gaya Bebas Di Kelas Iv Dan V Sekolah Dasar Saruni 4 Kabupaten Pandeglang2026-07-29T06:23:01+00:00Asep RahmatSuksesmakmurabadi123@gmail.comEndang Murti Sulistyowatiendangmurti1513@yahoo.comSeno Ajisuksesmakmurabadi123@gmail.comRifki Wahyudinsuksesmakmurabadi123@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecepatan renang gaya bebas siswa kelas IV dan V Sekolah Dasar Saruni 4 Kabupaten Pandeglang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan desain penelitian deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 35 siswa yang ditentukan menggunakan teknik total sampling, sehingga seluruh siswa yang menjadi populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Instrumen penelitian menggunakan tes kecepatan renang gaya bebas jarak 25 meter dengan pengukuran waktu tempuh menggunakan stopwatch digital. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan program IBM SPSS Statistics versi 25, meliputi nilai maksimum, nilai minimum, rata-rata (<em>mean</em>), median, modus, standar deviasi, serta distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecepatan renang gaya bebas siswa kelas IV dan V Sekolah Dasar Saruni 4 Kabupaten Pandeglang secara umum berada pada kategori sedang. Sebagian besar siswa telah mampu melakukan renang gaya bebas dengan baik, namun masih terdapat beberapa kendala pada penguasaan teknik dasar, seperti koordinasi gerakan lengan dan tungkai, teknik pernapasan, serta posisi tubuh di dalam air yang memengaruhi kecepatan renang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan kecepatan renang gaya bebas siswa masih perlu ditingkatkan melalui pembelajaran yang lebih terstruktur, latihan teknik yang berkesinambungan, serta evaluasi secara berkala sehingga kemampuan renang siswa dapat berkembang secara optimal.</p>2026-07-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Asep Rahmathttp://www.ejurnal.stkipmutiarabanten.ac.id/index.php/jpm/article/view/242Pengaruh Daya Ledak Otot Tungkai Terhadap Hasil Pukulan Smash Pada Atlet Bola Voli Tunas Garuda Di Kabupaten Pandeglang 2026-07-29T05:02:40+00:00Septi Citra Permanasepticiptapermana@gmail.comN. Komariahsepticiptapermana@gmail.comAan Aminudinsepticiptapermana@gmail.comDayan Herdianasepticiptapermana@gmail.com<p>Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh daya ledak otot tungkai terhadap hasil pukulan smash pada atlet bola voli tunas garuda di Kabupaten Pandeglang. Penelitian ini menggunakan metode deskripstif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah 20 atlet bola voli tunas garuda. Instrumen dalam penelitian ini adalah vertical jump (daya ledak otot tungkai) dan ketepatan pukulan smash bola voli. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, serta pengujian hipotesis, dapat disimpulkan bahwa daya ledak otot tungkai memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pukulan smash pada atlet bola voli tunas garuda di Kabupaten Pandeglang.</p>2026-07-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Septi Citra Permanahttp://www.ejurnal.stkipmutiarabanten.ac.id/index.php/jpm/article/view/241Survei Keterampilan Teknik Dasar Passing Bawah Siswa Ekstrakurikuler Bola Voli Di Smp Negeri 4 Balaraja Kabupaten Tangerang2026-07-29T03:48:53+00:00Ahmad Afandi Harjaahmadapandiharja@gmail.comErpiyaniahmadapandiharja@gmail.comAris dinilahahmadapandiharja@gmail.comIrpanahmadapandiharja@gmail.comErik Nurkhamdaniahmadapandiharja@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan teknik dasar <em>passing bawah</em> siswa peserta ekstrakurikuler bola voli di SMP Negeri 4 Balaraja Kabupaten Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan desain penelitian deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa yang ditentukan menggunakan teknik <strong>total sampling</strong>, sehingga seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Instrumen yang digunakan adalah tes keterampilan teknik dasar <em>passing bawah</em> bola voli menggunakan <strong>Brady Volleyball Test</strong> yang bertujuan mengukur kemampuan siswa dalam melakukan <em>passing bawah</em>. Data penelitian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan program IBM SPSS Statistics versi 25 yang meliputi nilai rata-rata, nilai maksimum, nilai minimum, standar deviasi, serta distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan teknik dasar <em>passing bawah</em> siswa peserta ekstrakurikuler bola voli secara umum berada pada kategori <strong>sedang</strong>. Sebagian besar siswa telah mampu melakukan teknik <em>passing bawah</em>, namun masih ditemukan beberapa kesalahan pada sikap awal, perkenaan bola, koordinasi gerak, dan akurasi arah bola sehingga kemampuan yang dimiliki belum optimal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan teknik dasar <em>passing bawah</em> siswa ekstrakurikuler bola voli di SMP Negeri 4 Balaraja Kabupaten Tangerang masih perlu ditingkatkan melalui program latihan yang lebih terstruktur, sistematis, berkelanjutan, serta didukung oleh variasi latihan teknik yang sesuai agar penguasaan keterampilan <em>passing bawah</em> menjadi lebih baik.</p>2026-07-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Ahmad Afandi Harja Harjahttp://www.ejurnal.stkipmutiarabanten.ac.id/index.php/jpm/article/view/246Pengaruh Finger Painting Dan Bermain Playdough Terhadap Keterampilan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Di Paud Al – Husna Labuan2026-07-29T07:24:27+00:00Bayu Purnama Galuhbayu.stkipmb@gmail.comSuhanul Baqiahsuhanul.stkipmb@gmail.comNeni Yuhanasuhanul.stkipmb@gmail.comAgung Nurul Hidayatagungnurulmutban@gmail.com<p><strong>Abstrak</strong>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh <em>finger painting </em>dan bermain <em>playdough </em>terhadap keterampilan motorik halus anak usia 5-6 tahun di PAUD AL-HUSNA LABUAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Populasi penelitian adalah sebagian siswa PAUD AL-HUSNA yang berjumlah 20 orang. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan berupa observasi, tes dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan <em>finger painting d</em>an bermain <em>playdough </em>terhadap keterampilan motorik halus anak usia 5-6 tahun di PAUD AL-HUSNA LABUAN. Terdapat pengaruh terhadap keterampilan motorik halus anak usia 5-6 tahun, dengan kedua media tersebut dapat meningkatkan kelenturan jari jemari, koordinasi antara mata dan tangan, dan rasa ingin tahu yang tinggi dalam melakukan pembelajaran terutama dalam keterampilan motorik halus anak usia 5-6 tahun, sehingga anak menjadi lebih semangat dalam belajar, kegiatan <em>finger painting </em>dan bermain <em>playdough </em>memiliki potensi untuk meningkatkan motorik halus anak. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan kegiatan <em>finger painting </em>dan bermain <em>playdough </em>lebiih efektif terhadap keterampilan motorik halus anak. Hasil pretest mediia <em>finger painting </em>memperoleh nilai rata-rata sebesar 37,00, dan nilai rata-rata postest media <em>finger painting </em>73.30, selisih antara pretest dan <em>posttest </em>media <em>finger painting </em>adalah 0,43,3. Sedangkan hasil <em>pretest </em>playdough memperoleh nilai ratarata sebesar 28,00 dan nilai rata-rata <em>posttest </em>media <em>playdough </em>64,10, selisih antara nilai <em>pretest </em>dan <em>posttest playdough </em>adalah 0,36,1. Maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan <em>finger painting </em>lebih unggul dari bermain <em>playdough </em>dapat dilihat dari selisih nilai rata-rata antara kegiatan <em>finger painting </em>dan bermain <em>playdough</em>.</p>2026-07-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Bayu Purnama Galuhhttp://www.ejurnal.stkipmutiarabanten.ac.id/index.php/jpm/article/view/244Survei Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Smp Negeri 1 Pandeglang2026-07-29T07:07:54+00:00Aris Subadiaris.subadi@students.amikom.ac.idMuhamad Juwayniaris.subadi@students.amikom.ac.idEndih Susilawatiaris.subadi@students.amikom.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Pandeglang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 40 peserta didik yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket (kuesioner) dengan skala Likert lima pilihan jawaban yang mengukur indikator intensitas penggunaan teknologi informasi, jenis media yang digunakan, kemudahan penggunaan, manfaat teknologi, motivasi belajar, dan kendala yang dihadapi peserta didik. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan program IBM SPSS Statistics, meliputi analisis nilai rata-rata (<em>mean</em>), standar deviasi, persentase, nilai minimum, dan nilai maksimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia berada pada kategori tinggi. Sebagian besar peserta didik telah memanfaatkan teknologi informasi sebagai media pembelajaran yang membantu meningkatkan motivasi belajar, mempermudah pemahaman materi, serta memperluas akses terhadap sumber belajar. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan perangkat dan kualitas jaringan internet. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi memberikan kontribusi positif terhadap pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Pandeglang. Oleh karena itu, diperlukan dukungan sekolah dalam meningkatkan sarana dan prasarana teknologi serta kompetensi digital guru agar pembelajaran berbasis teknologi dapat terlaksana secara lebih optimal.</p>2026-07-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Aris Subadi